Layanan

28 November 2010

Memotivasi SDM

Banyak cara dilakukan perusahaan untuk meningkatkatkan produksi dan kemajuan usahanya. Kemajuan sebuah usaha tidak terlepas dari kemajuan dan peningkatan kualitas para SDM-nya. Dan salah satu cara yg paling sering dilakukan adalah dengan cara memberika motivasi-motivasi untuk memacu semangat kerja. Namun demikian, tidak jarang pemberian motivasi-motivasi tertentu justru membuat SDM tertekan dan kurang maksimal dalam bekerja. Biasanya, ada 3 cara sebuah perusahaan memotivasi para SDM-nya, beberapa bisa saja menciptakan tekanan, tetapi beberapa motivasi mampu membangkitkan hasrat kerjanya :
Pertama, menciptakan rasa takut. Ada perusahaan-perusahaan yg melakukan cara seperti ini yaitu dengan menciptakan rasa takut akan sanksi yg dapat dikenakan apabila mereka tidak memenuhi standar perusahaan. Sanksi itu berupa phk, komisi atau bonus yg ditahan, atau pemotongan gaji,dsb.


Dalam situasi tertentu mungkin cara ini tampak efektif, namun cara ini menjadi kurang baik untuk jangka panjang sebab hal ini dapat menciptakan tekanan dan hambatan kreativitas.
Kedua, memberi insentif. Menggantung wortel didepan keledai! Selama "wortel" itu ada maka akan menarik karyawan untuk terus maju. Beberapa org termotivasi selama ada insentif, tetapi jika tidak ada maka motivasi pun menurun.
Ketiga, melalui pelatihan berkala untuk pembangunan SDM. Orang termotivasi saat menyadari bahwa potensi itu telah ada di dalam dirinya sendiri. Sebab di hati yg terdalam setiap org ingin maju, berkembang, meningkat dan menjadi pribadi yg lebih baik. Jadi perusahaan cukup membantu dgn melatih mereka secara berkala untuk membangkitkan kembali motivasi dari para karyawannya.

sumber : RH. Spirit Motivator

Tidak ada komentar: