Layanan

11 Oktober 2008

FS Pelabuhan Alternatif Prop Kalsel

1.1. Latar Belakang
Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang mengandalkan transportasi laut sebagai transportasi utama antar pulau dan antar negara baik untuk melayani lalu lintas penumpang maupun barang. Dalam kaitan ini, maka keberadaan pelabuhan laut menjadi sangat vital bagi pergerakan roda perekonomian wilayah ini, dimana kelancaran arus barang baik antar pulau maupun antar negara sangat ditentukan oleh tingkat pelayanan pelabuhan. Semakin besar tingkat pelayanan suatu pelabuhan, maka tingkat kelancaran arus lalu lintas barang akan semakin baik.
Salah satu pelabuhan yang dimiliki Provinsi Kalimantan Selatan adalah Pelabuhan Trisakti Banjarmasin yang merupakan pelabuhan utama di wilayah ini. Ditinjau dari peran dan fungsinya, Pelabuhan Trisakti merupakan Pelabuhan Nasional (Pelabuhan Utama Tersier) yang dikelola oleh Pelindo (Perum Pelabuhan Indonesia) dan dalam sistem region kepelabuhanan masuk dalam region Pelindo III yang berpusat di Surabaya.
Pelabuhan Trisakti jika ditinjau dari aktivitas sandar kapal dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan yang sangat signifikan, akan tetapi kondisi ini tidak didukung oleh tingkat pelayanan pelabuhan yang memadai, sehingga sering terjadi keterlambatan bongkar muat barang yang berimbas pada semakin tingginya biaya sandar kapal.
Salah satu penyebab kondisi tersebut adalah kedudukan pelabuhan Trisakti yang berada di alur Sungai Barito yang sangat rentan terhadap pendangkalan akibat sedimentasi, sehingga operasional alur sangat ditentukan oleh kondisi pasang surut air Sungai Barito. Bedasarkan informasi terkini bahwa Alur Barito hanya mampu beroperasi selama lebih kurang 3 (tiga) jam per hari, sehingga tingkat antrian kapal untuk bongkar muat semakin tinggi.

Dengan kondisi pelabuhan Trisakti seperti sekarang ini, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan berupaya mencari alternatif dengan mengalihkan sebagian beban aktivitas lalu lintas kapal dari pelabuhan Trisakti ke lokasi yang lebih strategis. Salah satu lokasi yang berdasarkan studi awal cukup strategis untuk dibangun pelabuhan alternatif adalah di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Mengingat bahwa pembangunan suatu pelabuhan laut harus memenuhi persyaratan teknis operasional yang baik dan memerlukan investasi yang sangat besar, maka diperlukan studi pendahuluan yaitu studi kelayakan.
Dalam rangka mempersiapkan pembangunan pelabuhan yang baik dan memenuhi syarat untuk opersional kapal-kapal dengan aman dan lancar, maka pada tahun anggaran 2008 ini Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan “Studi Kelayakan Pelabuhan Alternatif di Provinsi Kalimantan Selatan”.
1.2. Tujuan dan Sasaran
Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan Studi Kelayakan Pelabuhan Alternatif di Provinsi Kalimantan Selatan adalah :
a. Untuk mengetahui layak tidaknya pembangunan pelabuhan alternatif di Provinsi Kalimantan Selatan baik secara fisik/teknis, tata ruang, sosial budaya, ekonomi, keselamatan pelayaran dan finansial.
b. Adanya dokumen naskah akademik tentang kelayakan pembangunan pelabuhan alternatif sebagai masukan bagi Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka menindaklanjuti rencana pembangunan pelabuhan alternatif.
c. Adanya dokumen perencanaan/desain pelabuhan alternatif sebagai dasar pembuatan Masterplan Pelabuhan maupun Detail Engineering Desain (DED) pelabuhan alternatif.


1.3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pekerjaan dalam Studi Kelayakan Pelabuhan Alternatif di Provinsi Kalimantan Selatan ini meliputi Lingkup lokasi /Wilayah Studi dan Lingkup Materi Pekerjaan.
A. Lingkup Lokasi / Wilayah Studi
Lokasi studi adalah Kawasan Tanjung Dewa yang berada di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Dalam kaitannya dengan analisa wilayah, maka wilayah kajian studi akan meliputi Wilayah Kabupaten Tanah Laut dan Provinsi Kalimantan Selatan.
B. Lingkup Kegiatan/ Materi Pekerjaan
Lingkup dari kegiatan ini meliputi :
1. Pendataan daerah hinterland (potensi wilayah belakang sekitarn) dan peramalan (forecasting), potensi hinterland terhadap permintaaan transportasi laut.
2. Analisa traffic projection dengan menggunkan modesl statistik yang mencakup lalulintas barang dan penumpang untuk jangka pendek ( 5 tahun) dan jangka panjang (10 tahun)
3. Kajian teknis terhadap kebutuhan prasaran pelabuhan untuk mendapatkan hasil rangcang bangun yang optimal dan analisis perkiraan kebutuhn fasilitas.
4. Analisis terhadap tata ruang wilayah studi.
5. Analisis keselamatan pelayaran terhadap wilayah studi
6. Analisis kelayakan ekonomi terhadap wilayah studi
7. Analais kelayakan finansial terhadap wilayah studi
8. Analisis kelayakan teknis terhadap wilayah studi
9. Analisis kelayakan lingkungan terhadap wilayah studi
10. Survei Investigasi dan Desain (SID); pekerjaan analisa hidro-oceanografi, analisa tanah dan sedimentasi, analisa topografi dan perencanaan disain.

Tidak ada komentar: