Pendahuluan :
Ketidak mampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban pd waktunya dapat menimbulkan hambatan dalam pelaksanaan proyek. Hambatan-hambatan tersebut akan timbul kerugian berupa naiknya beban langsung dan tidak langsung dan lebih lanjut akan merusak citra Kontraktor dimata pihak Pemberi tugas maupun pihak ketiga yang mendukung kegiatan Kontraktor tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut diatas dalam pengelolaan keuangan dipergunakan sarana pengendaliaan likuiditas yang berupa arus kas. Jadi arus kas merupakan daftar yg mencakup prakiraan (forecast) dari penerimaan dan pengeluaran yang akan terjadi waktu tertentu. Kita dapat mengetahui kelebihan ataupun kekekurangan dana dari waktu ke waktu.
Arus Kas Proyek : ialah arus kas yang mencakup prakiraan Penerimaan dan Pengeluaran dana yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek selama jangka waktu kontrak.
Penyusunan Arus Kas Proyek :
Penyusunan Arus Kas Proyek dibagi dalam 2 tahap, yaitu :
1. Tahap penyusunan transaksi “ Operasional “ yang mencakup penerimaan diproyek dan pengeluaran di proyek baik yang dilakukan langsung di proyek maupun di Cabang (kantor).
2. Tahap penyusunan transaksi “ Finansial “ yang mencakup penerimaan kredit dan pelunasan kredit, baik Intern maupun Ekstern.
- Tahap Operasional
Menyusun Arus Kas Proyek (AKP) tahap pertama dilakukan oleh Cabang yang mengelola dan bertanggung jawab atas pengelolaan Proyek. Arus Kas proyek tersebut disusun oleh Bagian Keuangan bersama dengan menejer Proyek/Teknik dan Staf teknik.
Data yang diperlukan dalam menyusun Arus Kas Proyek adalah :
- Kontrak Borongan yg mencatumkan syarat pembayaran uang muka dan Termin Proyek.
- Jadwal Kemajuan Pekerjaan (Progres Schedule)
- Jadwal Pengadaan Bahan (Material Schedule)
- Jadwal Pengadaan Alat (Equipment Schedule)
- Jadwal Pengadaan Tenaga (Manpower Schedule)
- Perkiraan Pembayaran pd subkontraktor
Dalam pelaksanaan penyusunan data b,c,d,e yang lebih detail sebaiknya digunakan program computer seperti Primavera atau MS Project selain menggunakan MS Excel yang selama ini sudah digunakan
Atas dasar tersebut diatas maka disusun Arus Kas Proyek sebagai berikut :
a. Penerimaan di Proyek
b. Pengeluran di Proyek
c. Selisih Penerimaan dan Pengeluaran di Proyek
d. Kas Awal (minimum kas yg dicadangkan)
e. Kas sebelum Finasial
- Tahap Finansial
Transaksi Finansial adalah kebijaksanaan untuk menunjukkan sumber dan penggunaan dana kerja dari sumber ekstern dan intern perusahaan. Jumlah dana yang diambil disesuaikan dengan kebutuhan dana kerja yang terlihat pada sisa Kas sebelum Finansial. Pengambilan/cicilan Kredit termasuk pembayaran bunga harus dicantumkan dalam Arus Kas Proyek.
Apabila kredit tidak dapat dilunasi sampai seluruhnya Termin proyek diterima, maka posisi kredit dalam (kumulatip) akan terlihat pada posisi akhir proyek.
Dalam pelaksanaan penyusunan Transaksi Finansial sebaiknya digunakan Program computer Akuntansi selain menggunakan MS Excel yang selama ini sudah digunakan
Atas dasar tersebut diatas maka disusun Laporan sebagai berikut :
- Selisih Finansial
- Kas Akhir
- dll
Tidak ada komentar:
Posting Komentar